Desa Linggasirna berdiri pada tahun 1949 dahulu bernama LENGGA
yang artinya Tempat, dan NYIRNA yang artinya istirahat, jadi kalau
disatukan LENGGA NYIRNA yang artinya tempat pengistirahatan. Dan
seiiring dengan perkembangan zaman berubah menjadi “ LINGGASIRNA ”.
Dahulu sebelum dipecah dengan Desa Sirnasari pada tahun 1979, Luas
wilayah Desa Linggasirna yaitu 429.755 ha dengan luas tanah sawah
3.313.770 ha dan luas tanah darat 115.985 ha setelah pemekaran luas
wilayah desa linggasirna menjadi 197.473 ha.
Desa linggasirna pertama kali dipimpin oleh kepala desa Bapak H.
ANWAR MAKRUN yang bertempat tinggal di kampung cigelem di dalam
masa pemerintahannya beliau membeli tanah bengkok / tanah carik dari sisa
hasil ipeda dan hasil swadaya masyarakat +3 hektar, Dan setelah habis
masa jabatannya beliau di gantikan oleh pejabat sementara yaitu bapak
KOSASIH selama 4 bulan.
Selanjutnya desa linggasirna di jabat oleh bapak R. NATA beliau
bertempat tinggal di kampung padakaria karena dalam masa masa DI-TII
kantor kepala desa bertempat di cikeleng desa leuwisari beliau menjabat
dari tahun 1953 – 1963 dan telah membangun irigasi cikunten ( CEURI )
setelah itu kepala desa linggasirna di jabar oleh H. ENDANG BADRUDIN
yang menjabat dari tahun 1963 – 1979 beliau bertempat tinggal di kampung
padakaria dan dalam masa pemerintahannya beliau telah membangun curug
euling kampung rancapeundeuy, karna beliau menjabat terlalu lama beliau di
gantikan oleh bapak ENTOH HS sebagai PJS, dan pada tahun 1979 desa
linggasirna di mekarkan menjadi 2 desa yaitu desa linggasirna dan desa
sirnasari dengan luas wilayah untuk desa linggasirna yaitu 197.473 Ha dan
untuk desa sirnasari dengan luas wilayah 232.282 Ha.